wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Dibuang Sayang

1 June 2015 67 views No Comment Oleh

Bacaan: Lukas 13: 1-9   |   Pujian: KJ 309
Nats:
“Tuan, biarlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak tebanglah dia!” (ay.8b-9)

Sebuah stasiun TV pernah menayangkan cerita mengenai sosok seorang ibu yang berjuang agar anaknya yang menyandang disabilitas mendapatkan pendidikan di sekolah umum. Namun, ibu ini harus menghadapi kenyataan bahwa banyak sekolah yang akhirnya tidak menerima anak sang ibu untuk bersekolah di sekolah mereka.

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita sering menjumpai kisah-kisah yang serupa namun tak sama dengan kisah sang ibu. Ada orang-orang yang memiliki kondisi berbeda mendapatkan perlakuan yang berbeda pula di tengah masyarakat. Kalau berbeda dalam artian diperlakukan lebih baik, tentu oke-oke saja. Kalau perlakuan yang didapat tidak sepatutnya? Tentu itu memprihatinkan, tidak sepatutnya terjadi.

Seperti itulah pohon ara yang tumbuh di kebun anggur. Tumbuh sendirian dan berbeda, hal ini diperparah dengan keadaan pohon ara yang selama tiga tahun tidak dijumpai buahnya. Sang pemilik pohon ara akhirnya memutuskan untuk menebang pohon itu. Ah…akan tetapi baik sekali pengurus kebun anggur itu. Lihatlah dia memohon ijin agar pohon ara itu tetap hidup, setidaknya satu tahun lagi. Dia berjanji berusaha merawatnya lebih serius. Tidak serta merta pohon yang tidak berbuah lalu dipinggirkan dan dibuang tanpa memberikan kesempatan untuk menunjukkan hasilnya.

Di tengah keadaan dunia yang seringkali meminggirkan dan menyingkirkan orang-orang disabilitas, betapa bahagianya apabila masih ada orang-orang yang bersedia menjadi sosok seumpa pengurus kebun itu. Melihat kekurangan, ketidaksempurnaan sebagai sesuatu yang tidak seharusnya dipangkas dan dibuang. Maukah kita? Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi yang memberi kesempatan kepada orang-orang disabilitas atau yang dipinggirkan itu? [ardien]

“Berbuatlah kebaikan bukan karena kita menginginkan sesuatu, melainkan karena kita sudah mendapatkannya.”

 

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.