wordpress com stats plugin
Home » Puspa Ragam

Dangdut Koplo, Musik Rohani Alternatif

15 March 2009 17,351 views 40 Comments Oleh

Dangdut koplo adalah salah satu dari aliran musik dangdut yang sedang trend di masyarakat. Beberapa tembang-tembang lawas dangdut booming lagi setelah aransemennya di-dangdut koplo-kan. Tidak sampai di situ saja, banyak lagu pop pun di aransement ulang bergaya dangdut koplo.

Dari fenomena tersebut, KPPM GKJW jemaat Wonosalam mencoba musik dangdut koplo untuk mengiringi lagu-lagu rohani di kebaktian. Dangdut bukan hal yang baru bagi anak muda Wonosalam, sebab sebagian pemudanya adalah pemain orkes melayu/ campursari yang sering tampil di acara hajatan manten atau panggung hiburan.

Pada tgl. 26 Desember 2008 lalu, KPPM GKJW Jemaat Wonosalam mewujudkan krativitasnya mengiringi kebaktian “Natal Bersama Keluarga” dengan musik dangdut koplo. Meski banyak kendala, kebaktian itu akhirnya terlaksana juga. Acara ini tidak hanya untuk kaum muda saja. Panitia juga mengundang warga jemaat, gereja-gereja se-kecamatan Wonosalam (GPdI, GAB, GPIS), GKJW Jemaat Mojokerto, GKJW Jemaat Wungurejo, dan GKJW Jemaat Bongsorejo.

Acara Natal ini dimulai tepat pukul 17.00 wib. Dihadiri sekitar 275 warga jemaat dan sebagian besar adalah pemuda. Dan acara dibuka dengan doa dan dilanjutkan dengan puji-pujian yang semuanya diiringi full dangdut koplo serta dimeriahkan juga oleh Paduan Suara Gloria (GKJW Jemaat Mojokerto), MBS band (KPPM GKJW Jemaat Mojokerto) dan KPPM GKJW Jemaat Wungurejo.

Berikut ini video KPPM GKJW Jemaat Wonosalam ber-dangdut koplo memainkan Kid. Pas. Kristen no.195 “Isine Kitab Suci”:

Beberapa video dangdut koplo KPPM GKJW Wonosalam lainnya:

Pembawa firman adalah Pdt. Evi Umboh S.Th , M.Kes.(istri Pdt.Wolter.Kalangi S.Th GKJW Mojokerto) dengan tema “Kasih Itu Indah”. Selesai renungan dilanjutkan dengan penyalaan pohon terang. Acara ditutup doa oleh Pdt. Susanto tepat pukul 19.00 WIB.

Kirimkan Artikel Ini Kirimkan Artikel Ini

Kata Kunci Artikel Ini:

40 Comments »

  • nurhayadi nuri said:

    bravo kppm gkjw wonosalam ….bisakah iringi kami pada acara kebaktian pencerahan iman….bulan juli di gkjw capas donorojo

  • wied (author) said:

    ok, bisa aja, nanti bisa hubungi saya, lewat emailku,kalau bisa waktunya jangan terlalu mepet, kami juga perlu kumpulkan rekan2 & latihan, kalau untuk lagu umum sih tanpa latihan nggak masalah, tak tunggu

  • micko gkjw caruban said:

    GKJW Jemaat Wonosalam itu di kota mana ?

  • wied (author) said:

    di daerah pegunungan alias ndeso yang letaknya 30 km dari kota jombang termasuk di MD Surabaya barat

  • PUK GKJW Mojokerto said:

    mantep broo

  • jabrik said:

    heibat warna lokalnya ditampakkan dalam tembang rohani. ingin saya pulang kesana menikmati harum bau pohon cengekh dan durian. diselingi pemandangan candi rimbi. hidup dangdutmania yang bukan dadakan!

  • heri priana said:

    ok mas GKJW Wonosalam goes to dunia maya…

  • tuplis said:

    saya sangat senang sekali dengan hal ini, memuji Tuhan memakai dangdut koplo.

  • Ad-nick Thunder said:

    Awal yang baik untuk perkembangan musik gerejawi di GKJW….
    Perlu kontekstualisasi coy…

  • kristanto said:

    Wah ….tidak nyangka kalau ada juga warga Gkjw wonosalam yang bisa bawa Nama Wonosalam ke seluruh belahan dunia.

    ayo konco -konco wonosalam kita buat wonosalam lebih maju lagi.terutama jemat yang ada di GKJW Wonosalam

    Regard

    Krist

  • wayonk_ukdw95 said:

    Maaf kalau agak beda dengan komentar lainnya (beda boleh to).
    Setelah memperhatikan dengan seksama, saya yakin yang mengarang lagu itu sedih hatinya karena lagu itu (isinya kabar kabingahan) mengalami penurunan nilai seni dari maksud asli si pencipta. Modifikasi atas karya cipta seseorang harus lebih baik, bukan lebih rendah nilainya. Dangdut koplo itu kan hanya trend sesaat, kalau langgam (sebagaimana maksud asli pencipta lagu) pasti lebih abadi. Langgam pun bisa dibuat lebih sigrak, tanpa harus dibuat dangdut koplo. Menurut saya itu hanya menuruti selera dan sama sekali bukan kontekstualisasi. Pertanyaan kritisnya : dengan menuruti selera apakah itu berarti menyenangkan hati Tuhan ? Menurut saya hanya menyenangkan mereka yang hadir saat itu.

    Salam damai.

  • wiedman (author) said:

    ayo..! ini baru rame.. ada yang pro dan kontra, ayo ada komentar yang lain?

  • judi said:

    maaf, kalau membaca komentar mas/pak wayonk ini, spt nya anda nggak suka lagu dangdut ya..?
    pertama lagu “isinya kabar kabingahan” menurut anda nilai seninya jadi lebih rendah setelah diiringi musik dangdut dari sisi mana anda menilai bahwa musik dangdut koplo lebih rendah dari langgam (di dunia seni musik tidak mengenal kasta, gimana kalau dinyanyikan dengan musik rock,apa masih rendah?) pasti rendah..!krn rok di bawah baju…he..he
    kedua mungkin anda terlalu sering melihat dangdut koplo dgn joget nya yang hot..! shg anda menilai rendah dangdut koplo dibanding langgam,tapi kalau menurut saya dangdut lebih tinggi dari langgam, lihat penyanyinya kalau langgam pakai kebaya(rendah) klu dangdut..?
    ketiga, maaf sebelumnya, kalau anda benar mengerti musik, coba cermati lagu ” isinya…” melodinya aja langgam cuma dikemas dangdut koplo
    la..ini yang keempat ini yang paling berat, kalau boleh tanya pada anda apakah Tuhan tidak suka lagu dangdut?rock? suka lagu pop? langgam? kalau anda bisa jawab berarti “selera Tuhan tergantung anda”

  • wayonk_ukdw95 said:

    Mas/mbak judi … saya bukannya anti dangdut. Tapi ngerti nggak kata koplo… apa artinya itu ? Kalau langgam dibikin rock seperti yang anda singgung kan jelas nggak masuk. Saya hanya mengajak menghargai pencipta lagu itu dan isi lagu itu. Seakan-akan semua komentar membenarkan bahwa memuji Tuhan dengan dangdut “KOPLO” itu baik, tanpa refleksi ulang. Saya bukan Tuhan, cuma menanyakan apakah memuji Tuhan dengan cara kayak gitu pasti menyenangkan hati Tuhan. Kalau Anda yakin, ya silahkan …

    Salam damai.

  • judi said:

    o…jadi permasalahannya krn ada embel-embel “koplo” to? apa arti koplo? memang kata “koplo” banyak konotasinya, tergantung siapa yg mengartikannya, tapi ini jenis musik, sama dengan istilah rock dangdut,langgam jawa, pop dangdut dsb.jangan samakan “koplo” dgn ngoplo.gimana kalau kata “koplo” dihilangkan? musiknya kan tetap aja..!apa arti sebuah nama? kecuali yg main musik sambil ngoplo..!pasti Tuhan tidak berkenan.
    musik itu tak ada batasan, pak..!universal, langgam pun bisa dibuat rock, pop, keroncong dll. dan menurut saya penciptanyapun akan lebih senang ternyata lagunya bisa dinyanyikan dengan berbagai macam musik.
    Tapi kalau buat saya, memuji Tuhan dengan musik apapun namanya Tuhan akan berkenan, tapi apakah menyenangkan hati Tuhan? hanya Tuhan yang tahu

  • wayonk_ukdw95 said:

    Makanya kalau hanya Tuhan yang tahu, kan bukan dangdut koplo satu-satunya alternatif. Sebetulnya saya juga ngomentari istilah-istilah artikel ini : trend, booming, itu kan ukuran-ukuran kita manusia.
    Kalau masalah pencipta lagunya, sudah saya temui … dan khusus lagu “isinya kabar kabingahan” dia tidak rela kalau didangdutkan. Setahu saya arransement ulang dan sebagainya tetap seizin penciptanya.
    Bagaimana kalau bikin lagu rohani dangdut yang benar-benar baru, sebagai ekspresi kegembiraan anak-anak muda GKJW?

    Salam damai.

  • judi said:

    memang dangdut koplo bukan satu2nya musik rohani alternatif, musik lain pun juga bisa, tapi yang saya tidak sependapat dengan anda menyanyikan lagu ini dengan dd koplo nilai seninya jadi rendah, apa maksud rendah di sini? kalau memang pencipta lagunya tidak berkenan lagunya dinyanyikan dgn dangdut koplo, ya mudah2an sang pencipta mau memaafkan mereka yg menyanyikannya, maaf ya pak..!
    tapi kalau kita mau memuji dgn arransement musik yg berbeda-beda harus ijin penciptanya, aduuh ribet banget..!padahal di tempat ku kalau memuji lagu rohani, kid. jemaat mesti aransementnya ganti2 kadang pop, rock,keroncong,dangdut tergantung selera/arr pemusiknya,he..he..he pusing deh..!
    kalau untuk bikin lagu rohani dangdut, ok aku setuju banget deh..!nanti anda yang ciptakan lagu, aku yang arr,musiknya, ok? Tapi lagu dangdut yg bener itu yg gimana ya.? apa musik dangdut koplo ini nggak bener?

  • lies said:

    mas judi gimana to..!maksudnya mas wayonk itu, musik dangdut yang benar2 baru, bukan musik dangdut yg benar..!
    ok, aku juga setuju kalau ada yg bikin musik dangdut rohani..!gini2 aku penggemar musik dangdut koplo lho..o..! hidup dangdut maniak..! GBU

  • Evi said:

    The style/kind of music is not the most important thing in praising the Lord since we sing the song with all of our heart and soul for the glory of God.Dangdut, koplo, keroncong, gamelan, etc are close to Javanese society.I appreciate the way of the people in this small village with their music thou I dislike dangdut music.

  • judi said:

    untuk mbak lies and mas wayonk, maaf ya salah pengertian…!
    untuk mbak evi, yes, I don’t know……ha…ha…ha…! setuju..!menyembah dan memuji nama Tuhan dgn jenis musik apapun tidak jadi masalah yg penting kita bisa merasakan kebersamaan dan kasihNya
    yang suka rock memujilah dgn musik rock, yg suka keroncong mujilah dgn keroncong dsb

  • admin said:

    Mas-mas & Mbak-mbak semua,
    Menarik sekali mengikuti perbincangan tentang dangdut koplo dalam ibadat ini. Sebagai referensi, ada artikel menarik tentang peran nyanyian dalam ibadat yang ditulis Pendeta Sumardiyono. Silahkan dibaca Disini.
    Kiranya bisa lebih menajamkan pelayan kita lewat puji-pujian.

  • petrus said:

    kenapa kita harus menjadi apa yang pasar inginkan? apakah sampai nanti musik gerejawi tidak punya identitas??

  • judi said:

    sebenarnya yang dimaksud musik gerejawi itu yang bagaimana sih? kalau sepengetahuanku musik ya ada keroncong,pop,rock,dangdut, dll, kalaupun lagu rohani tsb. diiringi musik apapun itu sah-sah aja, walaupun musik itu lagi trend dan digemari banyak orang/selera pasar itupun juga sah-sah aja. Tidak ada masalah kan..!

  • Agustinus S said:

    Wah asyik donk kalo musik rohani dangdut koplo kan isa muji Tuhan sambil goyang dong……………. hehe….

  • Nughy said:

    enco tenan.. ser…

  • analuam inor said:

    ngapunten, nderek langkung. ada usul yang bagus tuh diatas dari admid. Saya kira juga baik kita memahami konteks dalam bernyanyi, apalagi kalo itu dalam sebuah ibadah. Pasti harus ada yang perlu diperhatikan, terkait tujuan dan batasan-batasan yang ada. Kreatif boleh tapi tidak boleh sekehendak hati, aliran musik apapun oke tapi tidak semua bisa diterapkan dalam segala suasana. Paling tidak ada satu hal yang baik yang sudah dilakukan oleh pemuda-pemudi GKJW yang harus terus digumulkan untuk lebih baik lagi. chayoo!!!

  • Adi said:

    Salam
    Diskusinya menarik dan maaf kalau komentar saya terlambat. Soalnya baru baca hari ini, 24 Feb 2010. Menurut saya, sejarah GKJW kental dengan upaya adaptasi mulai dari penerjemahan Alkitab dalam bahasa Jawa oleh Pdt Bruckner sampai sekarang. Tanpa adaptasi, jelas GKJW tidak akan bisa eksis sampai seperti sekarang ini dengan ratusan ribu anggota jemaat.
    Soal musik juga demikian. Mungkin kita ingat beberapa pasamuwan di GKJW ‘anti’ band. Tapi sekarang bisa kita lihat, sudah ada kebaktian khusus pemuda dengan iringan band. Ini luar biasa. Tanpa adaptasi jelas, anak-anak muda GKJW akan lari, karena menganggap liturgi yang dipakai terlalu lambat, bikin ngantuk.
    Soal dangdut koplo, itulah subgenre dangdut yang paling digemari sekarang, meski amat jarang tampil di televisi. Tapi cobalah kita lihat di luar sana ketika ada konser dangdut, dangdut jenis inilah yang paling laku dan banyak penggemar.
    Saya jadi sangat mengerti kenapa KPPM GKJW jemaat Wonosalam melihat ini sebagai sebuah peluang untuk tetap merangkul anak muda. Anak muda sekarang jauh berbeda dengan bapak ibu kita yang punya ikatan emosional sangat erat dengan GKJW, yang cuma berinteraksi dengan GKJW. Sudah terlalu banyak pengaruh dari luar GKJW untuk dianggap sepele sehingga tetap diperlalukan sama dengan generasi sebelumnya.
    Saya kira semuanya berpulang pada tiap individu, apakah mereka memuji Tuhan lewat dangdut koplo dengan sepenuh hati. Kalau memuji dengan lagu ‘tradisional’ mereka nggak niat saya kira ya sama saja. Lagi pula kan Tuhan sendiri yang menilai, pujian tiap pribadi itu layak atau tidak.
    Sekian dulu komentar saya…

    Gusti Mberkahi
    Adi

  • judi said:

    sutuju mas..Adi, hidup… GKJW..!

  • analuam inor said:

    monggo,ndamel cara sing bener tur pener

  • wiedman (author) said:

    nuwunsewu.., apa ada yang salah..? dan dimana salahnya…?

  • bayu/klantink said:

    setujuh sama mas adi…kudu bijaksana menilanya..

  • Sasuke said:

    Tolong donk,tambah lagi lagunya. Kalo bisa filenya mp3. Maju trus dlam Tuhan. GBu

  • Sasuke said:

    Shallom. Request donk, Yesus Kekasih Jiwaku sma Sakjege Nderek Gusti. Makasih. Maju terus dlm Tuhan. GBu

  • Dicky HS said:

    Apa sih indikatorx antara menyenangkan & tidak menyenangkan hati Tuhan? apakah kita bisa mengetahui atau mengerti Tuhan senang atau tidak? Tuhan sudah memberikan talenta bermusik, bernyanyi, dan banyak lagi.hanya Tuhan lah yg tahu isi hati kita dalam memuji namaNya.pesan saya jangan mengatasnamakan Tuhan kalo tidak setuju atau kurang menyukai sesuatu…

  • Bimakuru said:

    wew, kreatif banget…. seru acarane om :D

  • wiedman (author) said:

    @sasuke: lagu kekasih jiwaku & sajeke….mp3, udah ada …tiggal kirim kalau boleh minta email.?

  • andis said:

    Kalo mau download lagu kpk d wab apa??
    Matur suwun… GUSTI MBERKAHI

  • jack said:

    saya sangat senang dengan lagu slow di buat lagu danggut yg semangat seperti ini, saya sebenarnya kaget, kaget senang pastinya soalnya saya pernah bingung lagu yg slow klo di buat dangdut yg koplo bisa ga ya? ternyata bisa :) , saya sangat mengapresiasi ini sangat mantab sekali.
    Utk yang mungkin kurang setuju dengan kata2 dangdut koplo ya gantilah jadi dangdut kabar kabingahan :)
    sebenarnya ini semua hanya media saja yg bisa utk mempersatukan kita, lha klo di daeerah pada bisa dangdut apa ya tetap di suruh maen genre musik lain misalnya klasik, sebenarnya semua itu berbalik dari diri kita sendiri dan masyarakat sekitar, jika sekiranya cocok dan tidak masalah terhadap genre dangdut ya pastinya jg ga masalah yang penting di dalam ibadah dan persekutuan dgn sesama ada syalom dan injil yang hadir di tengah-tengah kita….
    utk yg buat dangdut koplonya ….saya minta ijin memakai aransemen musiknyanya rencana mau tak pake di Purworejo :)

  • wiedman said:

    Monggo…mas….lagu2 yg lain juga ada cari di youtube ketik…gkjw wonosalam dangdut koplo…

  • Adi Wibowo said:

    keren….bagi perkembangan GKJW. salam dari GKJW NGANTANG

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.