Categories:

Daftar Bacaan Alkitab

PENGANTAR

Saudara-saudari sepelayanan yang budiman, Dewan Pembinaan Teologi (DPT) GKJW, dengan ini menghaturkan Daftar Bacaan Alkitab 2014 sebagai pedoman pembacaan Alkitab baik untuk kegiatan ibadat maupun kegiatan gerejawi lainnya.

Format Leksionari(Daftar Bacaan Alkitab) 2014 ini terdiri dari bacaan 1, 2, 3 dan Mazmur, khususnya untuk pembacaan Alkitab pada ibadat hari Minggu dan hari Raya. Sedangkan bacaan harian terdiri dari dua bacaan: Bacaan 1 dan Bacaan 3. Tema bulanan dicantumkan dengan berusaha mengacu pada tema pelayanan GKJW pada periode PKP V ini: Wujudkan GKJW yang Mandiri dan Berarti bagi Sesama Ciptaan. Dari sumber ini disusun Rancangan Khotbah, bahan Pemahaman Alkitab, Pancaran Air Hidup, dan tulisan-tulisan teologis lainnya di GKJW.

Berikut ini kami cantumkan secara ringkas keterangan tentang tradisi dan penggunaan praktis 3 bacaan dan Mazmur Tanggapan ini.

Tradisi Yahudi (Perjanjian Lama)

Dalam ibadah agama Yahudi didaraskan (dibacakan) 3 bacaan. Pertama, kitab Taurat Musa (Kejadian sampai Ulangan). Ini adalah bacaan utama. Kedua, Mazmur dinyanyikan secara antiphoni (bersahut-sahutan antara kantor atau Pemandu Nyanyian dengan umat). Ketiga, kitab para Nabi. Tetapi kadang-kadang juga dibacakan kitab-kitab lain (Yosua, Hakim-hakim, Samuel, dll). Tradisi ini kemudian diadopsi oleh gereja yang mula-mula.

Tradisi Gereja Mula-mula dan Perkembangannya

Karena mewarisi tradisi Yahudi, Gereja yang mula-mula juga menggunakan 3 bacaan. Pertama, Kitab-kitab Perjanjian Lama, tidak hanya kitab Taurat, tetapi termasuk juga Kitab-kitab Para Nabi, kecuali Mazmur. Kedua, Surat-surat Rasuli atau Kitab Kisah Para Rasul. Ketiga, adalah Kitab-kitab Injil. Sesudah bacaan kedua dan sebelum bacaan Kitab Injil didaraskan Mazmur. Mazmur adalah nyanyian, bukan bahan kotbah. Dari ketiga bacaan itu, yang utama adalah Kitab Injil. Bacaan 1 dan 2 adalah untuk mendukung bacaan 3 (Kitab Injil).

Dalam perkembangannya, pada abad 5-7 Gereja Konstantinopel dan Roma Katolik mengurangi bacaannya dari tiga menjadi dua bacaan, dengan menghapus bacaan pertama (Perjanjian Lama). Namun sejak Konsili Vakitan II (tahun 1964) Gereja Roma Katolik kembali pada tradisi tiga bacaan secara lebih ketat.

Pada tahun 1982, didorong oleh semangat gerakan oikumnenis, gereja-gereja berbahasa Inggris non-Katolik (Anglikan, Lutheran dan Presbiterian) menerbitkan Common Lectionary (Bacaan Alkitab Bersama). Terbitan ini kemudian dipakai oleh PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) dalam menyusun Buku Almanak Kristen Indonesia. Kemudian Common Lectinoary ini direvisi dengan terbitnya Revised Common Lectionary (RCL). Kemudian tahun 1984 PGI menggunakan RCL untuk Daftar Bacaan Alkitabnya.

Dengan daftar tiga bacaan itu diharapkan Alkitab selesai dibaca dalam waktu tiga tahun. Dengan daftar tiga bacaan secara menyeluruh ini juga berusaha dihindarkan kotbah yang didasarkan pada bagian-bagian kitab tertentu saja, sedangkan bagian-bagian kitab yang lain tidak pernah dikotbahkan. Dengan daftar tiga bacaan ini dimungkinkan adanya kotbah dari seluruh bagian Alkitab.

Karena itu ada pembagian tahun liturgi dalam bacaan Alkitabnya, yaitu Tahun A terfokus pada Injil Matius (Gereja dan Sakramen), Tahun B terfokus pada Injil Markus (Misteri Kristus dan Iman), dan Tahun C terfokus pada Injil Lukas (Kehidupan Kristen dan Injil Sosial). Sedangkan Injil Yohanes adalah hidup dalam anugerah untuk semua tahun liturgi (A-B-C). Tahun  Liturgi untuk 2014 adalah Tahun A.

Sedangkan untuk Bacaan Harian hanya ada 2 bacaan. Bacaan 1 dari Perjanjian Lama atau Surat-surat Rasuli atau Kisah Para Rasul, dan Bacaan 3 dari seluruh Injil. Bacaan Harian disusun dengan menyambung Bacaan Tahun Liturgi (Bacaan Mingguan).

Penggunaan Praktis di GKJW

Ada 2 cara yang bisa dilakukan dalam menerapkan 3 Bacaan Alkitab dalam Ibadah Minggu dan Ibadah Hari Raya gereja kita:

  1. Bacaan 1 dibacakan sebagai Tema Ibadat dalam rangkaian Tata Ibadat GKJW. Bacaan 2 dibacakan sebagai Berita Anugerah (kalau cocok), atau sesudah Berita Anugerah. Bacaan 3 dibacakan untuk Kotbah. Mazmur dibacakan sebagai Pengantar Persembahan (kalau cocok).
  2. Bacaan 1, 2 dan 3 dibacakan berturut-turut sebelum Kotbah. Pembacaan setiap bacaan diselingi dengan nyanyian pendek. Mazmur dibacakan sebagai Pengantar Persembahan (kalau cocok).

Sedangkan 2 Bacaan Harian bisa diterapkan dengan cara: Bacaan 1 sebagai Bacaan Buka Hari (pagi) dan Bacaan 3 sebagai Bacaan Tutup Hari (malam).

Kami berharap keterangan ringkas di atas bisa menambah jelas pengertian kita dan semakin meningkatkan kecintaan kita kepada Alkitab sebagai penuntun dan penghibur hidup kita.

Akhirnya, terimalah salam hangat dari kami, DPT GKJW: Pdt. Prasetyoadi Mestoko, Pdt. Ardi Rahardianto, Pdt. Suko Tiyarno Ch., Pdt. Eko Adi Kustanto, Pdt. Penthi Kurnia Sari, Ibu Rini Handayani, dan Bpk. Dirgo Wiloso Darmo.

Salam Kasih
Dewan Pembinaan Teologi GKJW