wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

CR7

3 September 2015 52 views No Comment Oleh

Bacaan : 2 Samuel 19 : 1 – 23  |  Pujian: KJ 437 : 6
Nats: “Kemudian berkatalah raja kepada Simei: ‘engkau tidak akan mati.’ Lalu raja bersumpah kepadanya.”[ayat 23]

Di waktu pemanasan sebelum Real Madrid berlaga di Liga Champions, sang mega bintang Cristiano Ronaldo (CR7) melatih tendangan bersama rekan setimnya Cassilas. Namun rupanya, salah satu tendangan yang dilepaskannya mengenai bocah laki-laki yang duduk di belakang gawang. Mungkin karena saking kerasnya tendangan Ronaldo, paramedis yang ada di lapangan segera mendekati sang bocah untuk memastikan kondisinya. Dari tengah lapangan, sang bintang melihat si bocah seakan ingin memastikan bahwa ia tak melukainya. Namun saat semua pemain Real Madrid kembali ke ruang ganti, Ronaldo lari ke arah sang bocah, melepas kaos yang sedang dipakai dan segera memberikannya sebagai tanda maaf. Sontak, si bocah menangis bahagia karena mendapat kaos dari sang bintang lapangan. Nampaknya, kaos CR7 cukup untuk membuat sang bocah melupakan kesakitan dan memberikan maafnya dengan sukahati.

Memberikan maaf memang tak mudah untuk dilakukan. Apalagi jika kita merasa pihak yang bersalah tak pernah meminta maaf. Namun, seorang raja sebesar Daud ternyata pernah memberikan maaf yang luar biasa kepada seseorang yang bernama Simei. Simei layak dihukum karena ia pernah mengutuki Daud dan para prajuritnya di sepanjang perjalanan ke Yordan (lih. 2 Sam 16: 5-14). Tentulah tindakan Simei ini menjengkelkan hati raja dan para prajuritnya yang sedang galau karena harus meninggalkan istana gara-gara Absalom yang ingin kudeta. Namun saat Simei bersujud di hadapannya memohon ampun, dengan besar hati Daud memberikan maafnya dan bahkan bersumpah bahwa ia tak akan membunuh Simei.

Hari ini mari merenung sejenak, apakah masih ada orang yang belum kita maafkan? Menyimpan benci, amarah dan dendam itu rugi! Orang yang kita benci toh belum tentu tahu apa yang kita rasakan, tapi kita pasti kehilangan damai sejahtera. Trus gimana? Ya…maafkan saja. Gitu aja kok repot! [Rhe]

“Tindakan burukmu tidak akan mengubah prinsip kebaikanku.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.