wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Cara Yang Berbeda

7 October 2015 29 views No Comment Oleh

Bacaan: II Raja-raja 6:1-23   |   Pujian: KJ 251: 1, 2.
Nats: “Jangan, biasakah kau bunuh yang kau tawan dengan pedangmu dan dengan panahmu? Tetapi hidangkanlah makanan dan minuman di depan mereka supaya mereka makan dan minum, lalu pulang ke tuan mereka.” (ay.22)

Jika ingin menjadi orang tua yang bijak dan berhasil mendidik anak, maka hindari pemakaian kata “JANGAN” sebagai kata perintah dalam komunikasi kita. Misalnya ketika anak kita bermain dan berlari-lari, karena takut jatuh biasanya kita berteriak, ”Nak…Jangan lari!” Bukannya mengikuti perintah kita, tetapi seringkali anak kita malah berlari lebih kencang. Ada cara lain yang lebih efektif misalnya dengan berkata, ”Nak, lebih baik kamu berjalan saja, supaya tidak terpeleset dan jatuh!” Coba buktikan, mana yang lebih efektif dari kalimat di atas.

Selalu ada cara yang berbeda untuk menyelesaikan masalah. Tidak harus dengan gaya atau cara yang sama dan yang sudah biasa. Kadang cara-cara yang sudah biasa dan sama itu sudah tidak pas untuk menyelesaikan masalah. Mungkin karena zamannya sudah berbeda, tantangannya berbeda dan juga masalahnya berbeda. Karenanya kita dituntut berpikir kreatif dan cerdas untuk membuat sebuah cara yang berbeda manakala kita sedang berupaya mengatasasi sebuah permasalahan.

Apa yang dilakukan Elisa juga sangat berbeda dalam memperlakukan tawanan gerombolan Aram. Cara yang biasa dilakukan adalah membunuh para tawanan dengan pedang dan tombak. Ini adalah sebuah cara yang lazim untuk mendeklarasikan kemenangan. Itu juga sebuah cara yang “hebat” untuk menunjukkan kekuasaan. Tetapi yang lain adalah Elisa justru menjamu para tawanan perang itu. Mempersilahkannya makan dan minum, bahkan kemudian mempersilahkan mereka kembali kepada pemimpinnya. Cara yang berbeda ini ternyata lebih efektif. Terbukti sejak itu tidak ada lagi penyerangan gerombolan Aram kepada bangsa Israel.

Begitulah menyelesaikan permasalahan. Tidak selalu dengan otot, tetapi dengan otak. Tidak memeras tenaga tetapi hasilnya sungguh luar biasa. Yang lebih penting adalah tidak menyakiti semua pihak. Mari berpikir lebih hebat dan cerdas dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. (Oka)

“Berpikir cerdas dan cerdik, lebih baik dari mengandalkan kekuatan fisik.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.