wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Berdoa & Berodalah

13 July 2014 56 views No Comment Oleh

Bacaan : Roma 8 : 18 – 30  |  Nats : Ayat 26  |  Pujian: KJ 230 : 1

Waktu terasa sangat tiba-tiba bagi manusia, ketika seorang sahabat terbaik berpulang ke rumah Bapa di surga. Tiga puluh menit yang lalu masih berbincang dan bercanda. Tiba-tiba sepuluh menit yang lalu ia meregang nyawa, dan lima menit kemudian ia berpulang sambil berucap: “Tuhan Yesus, aku siap melayani-Mu”. Kesedihan sunguh mendalam dirasakan semua orang yang mengasihinya. Makin berduka adalah keluarganya yang satu bulan lalu juga kehilangan anggota keluarga yang berpulang ke rumaha Bapa di surga. Lebih berduka lagi karena saat ini anggota keluarga lainnya juga dalam kondisi kritis karena sakit. Waktu sangat cepat seperti hanya diisi dengan penderitaan. Bagaimana caranya menjalani perasaan sedih yang bertubi-tubi?

Ada kalanya, kesedihan itu membuat seseorang menjadi tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan mendadak lupa bagaimana cara berdoa. Apapun bentuk kesedihan yang kita alami di dalam kehidupan ini, kekuatan itu ada pada pengharapan kita sebagai anak-anak Allah. Bukankah sebelum kita ada di dunia ini, kesedihan itu sudah lebih dulu ada? Tetapi pusat hidup kita bukan pada kesedihan, melainkan pada pengharapan kita kepada Allah. Membiasakan diri berdoa kepada Allah dalam segala situasi tentu mendatangkan kekuatan tersendiri, bahkan pada saat kita tidak mampu berdoa. Ketika rasa tertekan dan kedukaan sangat mendalam, Roh Kudus Sang Penghibur yang memperhatikan hidup kita akan berdoa bagi kita. Karena memang demikianlah Allah pasti bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia.

Siapakah yang berani menyatakan bahwa hidupnya sia-sia? Bukankah hidup manusia itu sudah dipanggil sesuai dengan rencana Allah? Adakah rencana Allah yang sia-sia?

Ketika manusia sampai pada titik ketidakberdayaan, berdoa menjadi penuntun untuk sampai kepada kehendak Allah Sang Pembawa Damai Sejahtera.  [Dee]

“ Syarat pertama doa adalah keheningan.” (Ibu Teresa)

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Kata Kunci Artikel Ini:

CARA BERDOA SEBELUM KHOTBAH, berdoa di greja

Comments are closed.