wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Berani Bicara, Berbekal: ‘Benar’

5 August 2013 409 views No Comment Oleh

Bacaan : Kisah Para Rasul 26:1-23.
Nyanyian:
KJ 426: 1
Nats : “Tetapi oleh pertolongan Allah aku dapat hidup sampai   sekarang dan memberi kesaksian kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar…..” (ayat 22)

Ada orang yang senang sekali berbicara. Apa saja bisa menjadi bahan pembicaraan, bahkan hal-hal yang tidak penting pun menjadi sangat menarik dibicarakan. Orang yang terlalu banyak bicara kadang tidak peduli bahwa yang diajaknya berbicara sudah bosan dan sudah tidak mau mendengar pembicaraannya. Kadang, banyak orang terlalu berani berbicara tentang apa saja, meski tanpa bekal kebenaran.

Namun situasi yang sangat berbeda dialami oleh Paulus dalam kesaksiannya di perikop ini. Paulus berani bicara kepada raja Agripa untuk memberikan penjelasan dan pertanggung-jawaban atas segala tuduhan yang ditujukan orang-orang Yahudi kepadanya (ayat 2). Dan semua isi pembicaraan Paulus adalah menceritakan kebenaran yang sejati, bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang harus menderita sengsara dan bahwa Ia yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati (ayat 23). Untuk memberikan penjelasan kepada raja Agripa, Paulus tampak sangat berani berbicara. Dan keberanian berbicara itu dilakukannya dengan berbekal kebenaran karena iman percaya kepada Sang Kristus. Meskipun Paulus sering mendapatkan hujatan, ancaman, dan penindasan karena semangatnya untuk mengabarkan berita keselamatan Tuhan Yesus, ia tidak pernah menyerah. Dia berani memberikan kesaksian bahwa Allah sendiri yang telah menolongnya dari ancaman, sehingga dia bisa tetap memberikan kesaksian kepada semua orang (ayat 22).

Bagaimanakah dengan keberanian kita dalam berbicara? Sudahkah kita berani bicara tentang kebenaran? Beranikah kita berbicara tentang pertolongan Allah dalam kehidupan kita? Sudahkah keberanian kita benar-benar berbekal kebenaran? Ataukah kita lebih memilih untuk aman dan diam saja meski kita mengetahui sebuah kebenaran? Kehidupan mengikut Tuhan Yesus juga membutuhkan keberanian untuk bersaksi seperti Paulus. Dan keberanian itu memerlukan perjuangan yang  tidak pernah berhenti. Beranikah kita? [dee]

“Pembicaraan yang tidak bijaksana tidak akan bisa mendatangkan berkat” (Pepatah Tibet)

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Kata Kunci Artikel Ini:

pertanggung jawaban paulus kepada raja agrifa

Comments are closed.