wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Bekal Roti Isi

27 October 2012 305 views No Comment Oleh

Bacaan : Efesus 4:7-16.
Pujian: KJ 249
Nats: “Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya….” (Ayat. 16)

Pagi hari menjadi heboh karena seisi rumah terlambat bangun. Ibu segera putar otak untuk menyiapkan menu sarapan dan bekal anak-anak. Sesaat sebelum siap berangkat sekolah, si bungsu iseng mengintip kotak bekal makanannya. Ia pun protes karena isinya hanya dua helai roti tawar. “Ibu… pasti bekal ini tidak enak rasanya!”. Ibu segera menyiasati dengan apa yang ada di dapur. Roti tawar dibuka, saos tomat dioleskan ke salah satu roti, telur ceplok sisa sarapan diletakkan di atasnya, timun dan tomat yang ada di kulkas diiris dan diletakkan di atas telur ceplok, ada sedikit keju tapi masih bisa diparutkan di atas timun dan tomat, dan siap. Bekal roti isi menjadi sangat istimewa.

Ya, kadang saat melihat bagian per bagian sederhana, seperti semua tidak berarti. Roti tawar saja tidak terlihat istimewa. Mentimun saja, juga terlihat tidak berarti apalagi sudah lama di kulkas. Tomat, hmmm hanya satu biji bisa dipakai apa? Keju, secuil? Ah, paling hanya nyempil di lidah. Telur ceplok? Oh, bosan sekali karena menjadi menu andalan saat tidak ada pilihan. Tetapi ketika semua bagian itu dipadukan menjadi satu, ternyata bisa menghasilkan menu yang lezat.

Begitu juga dengan kondisi kita dalam berjemaat. Masing-masing orang kadang terlihat sibuk dengan urusan yang berbeda-beda. Seperti tidak ada yang istimewa saat semua orang asik dengan talenta masing-masing. Tetapi, jika banyak hal yang berbeda itu disatu padukan, tentu akan menghasilkan pelayanan yang lezat, selezat bekal roti isi. Akan lebih menjadi berkat bagi visi pelayanan gereja, saat masing-masing orang dengan masing-masing kemampuannya memberi kerendahan hati untuk saling mengisi dan melengkapi. Jika semuanya menjadi pendeta, lalu siapa jemaatnya? Jika semua maunya jadi warga jemaat lalu siapa yang memimpin dan melayani? Ya, semua punya bagiannya masing-masing. Dan perbedaan itu merupakan modal terbaik untuk membangun kekuatan karya pelayanan Gereja bagi umat Tuhan. Kita harus bersatu dalam pelayanan GerejaNya. [RH]

“Jangan merasa tak berarti karena sendirian, jangan merasa hebat sendiri, semua akan jadi istimewa jika bersatu padu.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.