wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

Alasan !

25 August 2013 211 views No Comment Oleh

Bacaan : Yeremia 1: 4-10.
Nyanyian:
KJ 67
Nats : ”Ah, Tuhan Allah! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.” (ay. 6)

“Othnieeeelllll!!!!” saya memekik sangat keras saat melihat anak saya nyaris mencekik Christo, teman Sekolah Minggunya yang lebih muda dua tahun. Segera saya menarik Niel menjauh dari Christo dan dengan marah saya tanya mengapa ia melakukan itu. Niel menjawab dengan wajah takut, “Otiyel cayang adek Klisto ma, jadi Mas Niel mau gendong adek…” Setelah tahu alasan Niel sebenarnya, saya mengelus kepalanya, menjelaskan bahwa dia masih terlalu kecil untuk menggendong Christo dan kalau mau menunjukkan sayang sebaiknya dicium saja, bukan digendong. Niel mengangguk-angguk, mendekati Christo kembali dan mendaratkan ciumannya di pipi Christo. Hhmmm….untung saja saya tahu alasannya!

Nabi sebesar dan seterkenal Yeremia, ternyata juga pernah mengajukan alasan untuk selak (menghindar) dari panggilan Allah. Di hadapan Allah yang hendak memanggil dan mengutusnya  Yeremia beralasan, “Ah, Tuhan Allah! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.” (ay. 6). Di ayat 7 nampaknya Tuhan tak terlalu senang dengan alasan Yeremia, Dia berfirman, “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan”. Namun, Allah juga tak mengabaikan ketakutan dan kekuatiran khas manusia yang terkandung dalam alasan Yeremia tadi, karena itu Allah melanjutkan firman-Nya, “Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau.” (ay.8).

Panggilan dan pengutusan yang ditujukan kepada Yeremia juga berlaku bagi kita. Kita diutus-Nya ada di dunia untuk menjadi duta bagi kasih-Nya, kita dipanggil-Nya untuk menyampaikan karunia-Nya kepada dunia. Sayangnya, mungkin kita pun seringkali mengajukan alasan-alasan. Masih terlalu muda, masih terlalu sibuk, masih belum berani, dsb. Apapun alasan kita, dengan lembut Tuhan membimbing tangan kita dan berkata, “Jangan takut….” (Rhe)

Kekurangan kita adalah ruang agar kuasa Allah dinyatakan.

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.