wordpress com stats plugin
Home » Pancaran Air Hidup

86

23 May 2016 37 views No Comment Oleh

Bacaan: Amsal 7:1-4    |   Nyanyian: KJ 355
Nats:
“Berpeganglah pada perintahku dan engkau akan hidup, simpanlah ajaranku seperti biji matamu.” (ay. 2)

Bila mendengar kata delapan-enam (86), mungkin ingatan kita akan teringat pada sebuah program acara di sebuah TV Swasta Nasional, yang berkisah tentang perjalanan tugas para anggota kepolisian. Kata 86 (delapan-enam) sendiri memiliki makna bahwa sebuah perintah telah “dimengerti atau dipahami” oleh si penerima perintah.

Dalam sebuah tayangan, dua orang anak pelajar SMP, terjaring razia. Mereka tertangkap basah mengendarai sebuah motor tanpa mengenakan helm. Karena masih di bawah umur, Polwan yang bertugas saat itu, kemudian mengambil sebuah tindakan, yakni akan mengantar anak tersebut kepada orang tuanya. Kontan saja anak tersebut, meronta-ronta “melawan” tindakan Bu Polwan tersebut. Dengan menangis sejadi-jadinya ia menghiba supaya tidak diantar ke rumahnya.

Tentu setiap orang tua ingin membahagiakan anak-anaknya. Karena rasa sayangnya kepada anak-anak mereka (atau alasan-alasan lainnya), para orangtua mulai membelikan motor untuk anak-anaknya. Itu sebabnya saat ini semakin banyak kita jumpai anak-anak yang masih belum cukup umur dapat mengendarai kendaraan bermotor dengan begitu bebasnya, bahkan dapat dikatakan menjadi liar di jalanan. Tentu pada akhirnya dapat berakibat fatal bagi si anak atau orang lain yang kebetulan berada di jalan.

Membuat anak-anak mengerti bahwa para orangtua sangat mengasihi mereka memang hal yang baik. Akan tetapi sejauh mana tindakan tersebut akan memberikan manfaat positif serta menjadikan anak-anak dapat berfikir lebih dewasa -sesuai dengan tataran usia mereka- juga patut dipertimbangkan. Pemberian orangtua sebagai wujud cinta kasih mereka terhadap anak-anaknya haruslah dapat dipahami/ dimengerti dengan baik oleh mereka. Dan, lebih dari itu semua, sudah selayaknya apabila nilai-nilai pendidikan yang baik, yang semakin mendewasakan seorang anak juga ditanamkan oleh para orangtua. Bukankah kita juga ingin agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang taat, dan semakin dewasa? Demikianlah yang diajarkan di dalam kitab Amsal. [DK]

“Pengajaran yang baik dan mendewasakan akan tercatat di dalam jiwa.”

Bagikan Artikel ini:
facebooktwittermail

Comments are closed.